19/08/07

Keindahan Seorang Kekasih

www.geocities.com/papanreo

Munkin aku sudah lama tak berjumpa dengan-Nya

Atau aku memang lupa pada-Nya

Oh kekasih! Maafkanlah aku yang lupa ini

Kita mulai dari awal lagi untuk mengenalmu lebih dekat

Karena aku menduakan-Mu

Dengan makhluk yang tak pantas untuk diduakan

Perkenalkan Saya adalah makhluk yang pantas untuk dihina

Karena saya adalah hina

Karena kekasih ku memberikan kebahagian untuk ku

Kasih sayang terhadapku luasnya tiada berujung

Tetapi kekasih ku tidak mengungkit-ungkit pemberiannya

Sedangkan aku menghitung kebaikan yang aku perbuat

Makhuk apa aku ini

Yang menyia-nyiakan cinta-Nya

Bagaikan angin yang membasuhku diwaktu pagi

Dibalik pepohonan yang rindang

Yang tertunduk malu

Menyapa alam

Menghembuskan aroma surgawi

Kepada jiwa-jiwa yang tertunduk malu

Terbesit keagungan sang maha pencipta

Aku air

Aku udara

Aku tanah

Aku angin

Menyatu menjadi Satu

Dalam penyatuan alam

Aroma wangi surgawi

Sirami jiwaku ini

bagai bunga yang teridah

sirami jiwaku ini

yang rapuh dalam setiap nafas kemunafikan

kau cinta ku dalam kasih tak nyata

tebarkan lah arti cinta

dalam setiap hati ku yang kian membeku

Hadirlah malam ini

Tuk temani aku yang termenung sepi

Menunggu arti sebuah jawaban

Tentang kehidupan yang tampak nyata

Yang indah untuk dinikmati

Dan sulit untuk dijalani

Ketika aku datang pada waktu yang sama

Aku tak tahu apa yang mesti aku perbuat

Mungkinkah akan aku kerjakan apa yang tak pantas aku kerjakan

Kuterenyuh dalam setiap tanda tanya yang tak aku pahami

Genting suara angin yang mengusik hatiku yang kian rapuh

Aku sendirian dibalik keramaian orang

Apa mesti aku jalani ini

Berdetak aku tak tahu pasti

Seribu bayangan terlihat jelas dalam fikiran ku

Dosa apa yang aku perbuat hingga harus menanggung semua ini

Haruskah aku menjadi batu yang diam tanpa suara

Ataukah aku menjadi angin yang bebas tanpa ada arah tujuan

Mata apa yang terus memandangiku dengan tajam

Berbisik ke telinga dengan pikiran yang tak jelas

Aku takut terkadang memikirkan yang tanpa sebab

Kengerian ku tak ada alasan yang logis untuk dipikirkan

Mesti apa yang terlaku makin mendalam

Merasa iba pada diri sendiri yang tak aku ketahui

Masih sendiri dalam setiap kesepian yang hanya terdapat dalam bayang-bayang

Tak terarah nyaris tanpa arah tujuan

Kian bersarang syetan-syetan dalam jiwaku yang kian rapuh

Tuhan! Tolonglah hambamu yang sedang berkeluh kesah ini

Jangan biarkan hambamu dalam kehempitan yang tak nyata

Tertidur dalam mimpi yang buruk yang kian hari kian mengganguku

Apa sebab aku yang seperti ini sekarang

Tidak ada kata-kata terlambat untuk mencoba

Serahkanlah segala urusan pada sang pemberi keputusan

Karena aku adalah makhluk yang lemah

Yang tidak pantas untuk dibanggakan

Kelak aku akan menjadi orang yang beruntung

Dalam mencapai segala hal yang aku impikan

Karena aku percaya pada setiap langkah yang aku jalankan

Hanya dua pedoman yang akan aku jadikan tuntunan hidup

Tetapi menjadikan aku sebagai orang yang akan menaklukkan dunia

Hanya dua pedoman yang aku jadikan rujukan hidupku

Tapi akan bisa menjadikanku seperti yang aku harapkan

Semoga aku menjadi apa yang aku harapkan kelak

Karena kedua pedomanku adalah

Al-qur’an dan Ash-sunah.

kau damba cinta yang slalu kupuja

Kan kuukir nama mu disetiap

Deretan kebahagiaan ku

Dalam setiap cinta yang kuukir


from tyas rahman sambudi

Tidak ada komentar: